Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muhasabah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2008

Berhenti menyesali

Berhentilah menyesali apa yang anda dapat dalam hidup anda adalah tidak
sesuai dengan apa yang anda inginkan. Secara Filosofis hal itu adalah hal
yang paling penting dalam anda mendapat kebahagian dalam hidup yang anda
jalani. karena kita akan merasa tertekan karena apa yang telah kita miliki
dalam hidup tidak sesuai dengan harapan atau cita-cita kita.

Percaya atau tidak kebiasaan selalu tidak pernah bersyukur atau menysukuri
apa yang kita miliki atau kita dapat adalah sebuah kebiasaan buruk yang
telah menjadi kebiasaan dari kita, sehingga kita sulit dalam mendapatkan
kebahagian dalam hidup, karena selalu merasa tidak beruntung, walau
sebenarnya kalau kita sadari kita telah memiliki banyak hal dalam hidup
kita. Ketika kita mendapat sesuatu mimpi atau keinginan, sebagai manusia
pasti kita akan tergoda atau tersirat dalam benak kita bahwa yang kita dapat
terkadang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, dan jauh didalam hati
kita, kita berharap mendapat sesuatu yang lebih baik lagi.

sebagai contoh, ketika ketika kita berharap pertama kita berharap mendapat
mobil, tanpa embel-embel jenis mobil yang kita inginkan hanya sebuah mobil,
tetapi sejalan kita bisa mendapat mobil, yang kita dapat mungkin sejenis
minibus, tetapi dalam hatikita, mungkin kita berharap mendapat mobil sedan.
hal ini membuat kita berfikir seandainya saya mendapat mobil sedan pasti
saya lebih bahagia. Lupakah kita akan keinginan awal kita, yang berharap
hanya mendapat mobil, tetapi ketika kita mendapat apa yang kita inginkan,
keinginan kita berkembang menginginkan yang lebih. Itulah sifat dasar
manusia yang tidak pernah puas dan bahagia walau terkdang apa yang
diinginkan telah terpenuhi.

Coba deh kita tanyakan pada diri kita secara terbuka, pasti kita pernah
mengalami perasan seperti ini, karena hampir semua orang pernah
mengalaminya. permasalahanya adalah ketika terjadi GAP/perbedaan antara apa
yang kita miliki dan apa yang kita inginkan, kita menjadi tidak puas atau
bahkan bisa mengarah ke frustasi. hal ini berlaku dalam hubungan kita dan
dalam semua aspek dalam kehidupan kita.

Kuncinya adalah dengan melihat atau menyadari tentang gap yang terjadi
antara apa yang kita miliki dan apa yang kita inginkan. cobalah sedikit
luangkan waktu untuk bertanya pada diri anda sendiri apa yang sebenarnya
kita harapkan, dan tanyakan juga apakah kalau kita sudah memiliki yang kita
inginkan kita akan puas, dan apa bedanya sesuatu yang kita miliki dengan apa
yang kita inginkan, cobalah nikmati dan syukuri apa yang anda miliki saat
ini, dan anda akan menemukan sesuatu yang membuat anda bahagia.

Karena yakinlah apa yang kita miliki adalah sesuatu yang terbaik, dan coba
lihat sekeliling anda, bahwa banyak orang yang sebenarnya masih mengejar apa
yang anda miliki, dan banyak orang yang menginginkan apa yang anda miliki,
jangan menjadi menyesal ketika apa yang kita miliki Keluarga, Pekerjaan,
Atau Bisnis, Pendidikan, atau pun suatu benda yang telah anda miliki itu
hilang, atau raip. Jangan jadi orang yang menyesal ketika kita kehilangan
yang kita miliki, karena kita tidak pernah mensyukuri dan menikmati apa yang
kita miliki, karena terlalu terbuai dengan apa yang anda inginkan.

"Syukuri, Nikmati, dan Jaga apa yang anda dapat dan miliki saat ini, karena
anda akan merasakan penyesalan ketika sesuatu yang kita miliki itu hilang "

"Dengan bersyukur sesuatu yang kecil akan bernilai luar biasa"

Depok 29 Juli 2008
Erwin Arianto

Senin, 07 Juli 2008

Kemanakah Kita Akan Pergi?

Kemanakah Kita Akan Pergi?
Ust. Abdul Hakim

Manusia berjalan menuju Allah swt dengan dua jenis perjalanan. Perjalanan qohri (ditetapkan oleh Allah) dan perjalanan ikhtiari (dalam wilayah ikhtiar manusia). Perjalanan qohri adalah perpindahan manusia dari satu alam ke alam lain dimulai dari alam dzur, kemudian alam rahim ibu, alam dunia, alam barzakh dan yang terakhir adalah alam akhirat. Tidak ada yang bisa menolak perjalanan jenis ini. Sedangkan perjalanan ikhtiari (dalam wilayah ikhtiar) adalah perjalanan ruh, akal, hati dan jiwa mendekat kepada Allah Ta'ala dengan menempuh berbagai jenjang maqomat (stasiun spiritual) dan ahwal (keadaan spiritual) dengan iman, ilmu dan amal. Perjalanan ini adalah pilihan kita untuk menempuhnya atau tidak menempuhnya.
Perlu kita perhatikan bahwa perjalanan jenis yang terakhir ini, ikhtiari, dapat menjadi penakar kadar kepintaran, kekayaan, kedewasaan bahkan harga diri seseorang. Meskipun tahu segala ilmu, kita tetap saja bodoh selama belum mengenal Yang Maha Mengetahui. Meskipun
memiliki harta sepenuh bumi, kita tetap saja miskin selama belum merasa kaya dengan Yang Maha Memiliki. Meski rambut sudah memutih, kita tetap anak-anak sebelum berani terjun dalam perang menentang hawa nafsu dan setan. Meski sudah berhasil mendatangi berbagai tempat di penjuru bumi, kita sebenarnya belum pergi kemana-mana kalau belum bisa
mendatangi hadirat suci Allah Ta'ala.
Seekor sapi ditakar harganya dengan berat dagingnya. Seekor perkutut dapat mengalahkan harga sapi bukan karena beratnya daging tetapi karena keindahan suara. Sebutir merah delima yang hanya beberapa gram saja dapat melampau harga sapi dan perkutut karena keindahan warnanya. Berapa harga kita di hadapan Allah? Daging dan tulang tubuh kita akan habis dimakan tanah. Harta akan kita tinggalkan atau meninggalkan kita. Semua yang sirna tidak dapat dijadikan takaran bagi yang suatu abadi. Kita tidak ditakar dari kegantengan, kecantikan
dan kekayaan, kita ditakar dari keadaan hati dan amal-amal kita. Sabda Nabi saw:
" Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa dan harta kalian, tetapi Ia melihat hati dan amal kalian." (HR.Muslim dari Abu Hurairah ra)
Tidak ada seorang pun yang berselera membeli bangkai meskipun dengan harga rendah. Demikian juga dengan hati yang mati, tidak ada nilainya sama sekali dihadapan Allah Ta'ala. Meskipun jasad hidup, kita tetap saja disebut mayat selama hati tidak dawam mengingat Allah.
Bersabda saw: "Perumpamaan orang yang ingat pada Tuhannya dan yang tidak ingat pada Tuhannya seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati." (HR. Bukhari dari Abu Musa ra)
Kedewasaan jasmani ditandai perubahan pada organ tertentu, kedewasaan ruhani ditandai perubahan pada hati. Ketika jasmani dewasa ia akan mencari pasangannya, ketika hati dewasa ia akan mencari Tuhannya. Jasmani tumbuh bersama perubahan waktu, hati tumbuh karena
mengutamakan Allah di atas segala sesuatu.
"Maka berlarilah kalian menuju Allah…" (QS.al-Dzâriyât: 50)

Minggu, 29 Juni 2008

Pesankan saya tempat di neraka !!!

*Pesankan saya tempat di neraka !!!

*Sebuah kisah dimusim panas yang menyengat. Seorang kolumnis majalah Al Manar mengisahkannya. .. Musim panas merupakan ujian yang cukup berat. Terutama bagi muslimah, untuk tetap mempertahankan pakaian kesopanannnya. Gerah dan panas tak lantas menjadikannya menggadaikan akhlak. Berbeda dengan musim dingin, dengan menutup telinga dan leher kehangatan badan bisa dijaga. Jilbab bisa sebagai multi fungsi.
Dalam sebuah perjalanan yang cukup panjang, Cairo-Alexandria; di sebuah mikrobus. Ada seorang perempuan muda berpakaian kurang layak untuk dideskripsikan sebagai penutup aurat. Karena menantang kesopanan. Ia duduk diujung kursi dekat pintu keluar. Tentu saja dengan cara pakaian seperti itu mengundang perhatian kalau bisa dibahasakan sebagai keprihatinan sosial. Seorang bapak setengah baya yang kebetulan duduk disampingnya mengingatkan. Bahwa pakaian seperti itu bisa mengakibatkan sesuatu yang tak baik bagi dirinya. Disamping pakaian seperti itu juga melanggar aturan agama dan norma kesopanan.

Tahukah Anda apa respon perempuan muda tersebut? Dengan ketersinggungan yang sangat ia mengekspresikan kemarahannya. Karena merasa privasinya terusik. Hak berpakaian menurutnya adalah hak prerogatif seseorang.

"Jika memang bapak mau, ini ponsel saya. Tolong pesankan saya, tempat di neraka Tuhan Anda!! Sebuah respon yang sangat frontal. Dan sang bapak pun hanya beristighfar. Ia terus menggumamkan kalimat-kalimat Allah.

Detik-detik berikutnya suasanapun hening. Beberapa orang terlihat kelelahan dan terlelap dalam mimpinya. Tak terkecuali perempuan muda itu. Hingga sampailah perjalanan dipenghujung tujuan. Di terminal akhir mikrobus Alexandria .

Kini semua penumpang bersiap-siap untuk turun. Tapi mereka terhalangi oleh perempuan muda tersebut yang masih terlihat tertidur. Ia berada didekat pintu keluar. "Bangunkan saja!" begitu kira-kira permintaan para penumpang.

Tahukah apa yang terjadi. Perempuan muda tersebut benar-benar tak bangun lagi. Ia menemui ajalnya. Dan seisi mikrobus tersebut terus beristighfar, menggumamkan kalimat Allah sebagaimana yang dilakukan bapak tua yang duduk disampingnya.

Sebuah akhir yang menakutkan.
Mati dalam keadaan menantang Tuhan.
Seandainya tiap orang mengetahui akhir hidupnya....
Seandainya tiap orang menyadari hidupnya bisa berakhir setiap saat...
Seandainya tiap orang takut bertemu dengan Tuhannya dalam keadaan yang
buruk...
Seandainya tiap orang tahu bagaimana kemurkaan Allah...

Sungguh Allah masih menyayangi kita yang masih terus dibimbing-Nya. Allah akan semakin mendekatkan orang-orang yang dekat denganNYA semakin dekat.

Dan mereka yang terlena seharusnya segera sadar...
mumpung kesempatan itu masih ada...

Source : http://www.icmi.or.id/ind/content/view/39/40/
 

Ping

Computers Top Blogs Computers Blogs My Ping in TotalPing.com pingoat_9.gif